DAMPAK CUACA EKSTREM TERHADAP TRANSPORTASI LAUT DI INDONESIA DALAM PERSPEKTIF GLOBAL
Keywords:
Cuaca ekstrem, transportasi laut, perspektif global.Abstract
Cuaca ekstrem merupakan salah satu dampak nyata dari perubahan iklim global
yang semakin intensif dan kompleks, serta memberikan pengaruh signifikan terhadap sektor
transportasi laut. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki tingkat
ketergantungan yang sangat tinggi terhadap transportasi laut sebagai sarana utama konektivitas
wilayah, distribusi logistik, serta perdagangan nasional dan internasional. Dalam beberapa
dekade terakhir, peningkatan frekuensi dan intensitas fenomena cuaca ekstrem, seperti
gelombang laut tinggi, angin kencang, badai tropis, dan curah hujan ekstrem, telah
menimbulkan berbagai gangguan terhadap keselamatan pelayaran dan operasional pelabuhan
di Indonesia. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada aspek keselamatan dan efisiensi
transportasi laut nasional, tetapi juga berimplikasi terhadap stabilitas rantai pasok global,
mengingat posisi strategis Indonesia pada jalur pelayaran internasional. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis dampak cuaca ekstrem terhadap transportasi laut di Indonesia dalam
perspektif global. Pendekatan yang digunakan adalah kajian deskriptif-analitis berbasis studi
literatur, laporan institusi maritim, serta kebijakan internasional terkait keselamatan pelayaran
dan perubahan iklim. Hasil kajian menunjukkan bahwa cuaca ekstrem berkontribusi terhadap
meningkatnya risiko kecelakaan laut, keterlambatan jadwal pelayaran, gangguan aktivitas
bongkar muat di pelabuhan, serta peningkatan biaya logistik, khususnya di wilayah kepulauan
dan daerah terpencil yang sangat bergantung pada transportasi laut. Dalam konteks global,
tantangan serupa juga dihadapi oleh negara-negara maritim lainnya, namun terdapat perbedaan
signifikan dalam tingkat kesiapsiagaan, pemanfaatan teknologi, dan kepatuhan terhadap
regulasi internasional. Negara-negara dengan sistem peringatan dini yang terintegrasi, armada kapal yang adaptif terhadap cuaca ekstrem, serta standar keselamatan yang ketat cenderung
memiliki ketahanan transportasi laut yang lebih baik. Oleh karena itu, penguatan kapasitas
nasional melalui pengembangan teknologi, peningkatan infrastruktur, dan kerja sama
internasional menjadi langkah strategis yang perlu dioptimalkan.
References
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. (2021). Informasi Prakiraan Cuaca Maritim
Indonesia. Jakarta: BMKG.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. (2022). Perubahan Iklim dan Cuaca Ekstrem
di Wilayah Perairan Indonesia. Jakarta: BMKG.
Badan Pusat Statistik. (2023). Statistik Transportasi Laut Indonesia. Jakarta: BPS.
International Maritime Organization. (2018). International Convention for the Safety of Life at
Sea (SOLAS). London: IMO.
International Maritime Organization. (2020). Climate Change and the Maritime Sector.
London: IMO.
Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. (2008). Undang-Undang Republik Indonesia
Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran. Jakarta.
Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. (2013). Peraturan Menteri Perhubungan
Nomor PM 70 Tahun 2013 tentang Pendidikan, Pelatihan, Sertifikasi, dan Dinas
Jaga Pelaut. Jakarta.
Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. (2015). Peraturan Menteri Perhubungan
Nomor PM 20 Tahun 2015 tentang Standar Keselamatan Pelayaran. Jakarta.
Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. (2015). Peraturan Menteri Perhubungan
Nomor PM 51 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Pelabuhan. Jakarta.
Presiden Republik Indonesia. (2012). Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2012 tentang Cetak
Biru Pengembangan Sistem Logistik Nasional. Jakarta.







