ANALISIS OPTIMALISASI PELAKSANAAN BONGKAR MUAT OIL PRODUCT KAPAL OVERSEAS PETROMAR PADA PT. GLOBAL MARITIM INDUSTRI
Keywords:
Oil Product, Bongkar muat.Abstract
Produksi minyak yang meningkat pesat dari ladang minyak, kilang minyak serta
depot–depot minyak di Indonesia menjadikan peran serta kapal tanker sebagai sarana
pengangkut minyak menjadi lebih vital dari pada sebelumnya. Peralatan bongkar muat di kapal
tanker pun harus selalu dalam kondisi baik agar dapat menunjang kelancaran proses bongkar
muat. Proses optimalisasi bongkar muat juga harus didukung dengan komunikasi yang baik
antara pihak kapal dengan pihak pelabuhan. Penelitian ini penulis fokuskan pada pelaksanaan
bongkar muat di Kapal Overseas Petromar Pada PT. Global Maritim Industri yang sering
mengalami keterlambatan karena faktor manusia maupun faktor peralatan serta upaya
optimalisasi kegiatan bongkar muat tersebut. Metode penelitian yang penulis gunakan adalah
kualitatif deskriptif. Penulis memaparkan data yang didapat dari hasil studi lapangan selam
penulis melaksanakan praktek laut, wawancara dengan perwira kapal Kapal Overseas Petromar
Pada PT. Global Maritim Industri dan studi kepustakaan yang penulis dapatkan dari buku
buku, internet dan literatur yang berkaitan dengan proses bongkar muat oil product.
Berdasarkan hasil penelitian yang penulis laksanakan, dapat diketahui bahwa kendala-kendala
yang terjadi pada saat proses bongkar muat di Kapal Overseas Petromar Pada PT. Global
Maritim Industri diantaranya adalah kurangnya pemahaman, pengetahuan dan kesadaran dari
kru kapal tentang bahaya dan bagaimana prosedur bongkar muat yang sesuai dengan standar
serta aman. Selain itu proses bongkar muat di Kapal Overseas Petromar Pada PT. Global
Maritim Industri sering terhambat karena cargo pump tidak berfungsi secara optimal. Dari
permasalahan tersebut, perlu diadakan pelatihan kepada seluruh kru mengenai proses bongkar
muat yang sesuai dengan prosedur dan pengoperasian alat-alat bongkar muat yang benar serta melakukan perawatan terhadap peralatan bongkar muat. Disamping itu, kru kapal juga harus
melakukan pengecekan berkala terhadap peralatan bongkar muat
References
Darmadi. 2013. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung.
Alfabeta Fajri. 2004. Penanganan muatan. Politeknik Ilmu Pelayaran
Gianto. 1990. Penanganan Muatan.
Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang ICS OCIMF.1996.ISGOTT (International Safety Guide For
Oil Tankers and Terminal, Fourth Edition).
Istopo. 1991. Kapal dan Muatannya. Koperasi Karyawan BP3IP Jakarta Utara.
Martopo.Arso. 2004. Muatan Berbahaya.Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang.
Martopo dan Gianto. 1990. Penanganan dan Pengaturan Muatan. Politeknik Ilmu Pelayaran
Semarang.
Martopo dan Gianto. 2004. Penanganan dan Pengaturan Muatan. Politeknik Ilmu Pelayaran
Semarang.
Moleong. 2001. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung. Remaja Rosdakarya
Nasehudin. 2012. Pengantar Metode Penelitian. Jakarta. Grafindo Peraturan Pemerintah
Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 2002 Bagian Kelimabelas, pasal 91 dan 92,
tentang perkapalan.
Purba. 1980. Pengaturan dan Teknik Pemuatan. Jakarta. Puspita. 2010. Teknik dan
Manajemen Kualitas. Jakarta.
Teknosain. Purwanto. 2007. Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta. Grafindo.
Rangkuti. 2011. Teknik Membeda Kasus Bisnis Analisis Swot. Jakarta. Gramedia Sarwono.
2006. Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta. Rajawali Press
Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung.
Alfabeta Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung. Alfabeta







