TANTANGAN MANAJEMEN OPERASIONAL DAN REORIENTASI PERAN PELAUT PADA ERA KAPAL OTONOM (MARITIME AUTONOMOUS SURFACE SHIPS 2026)

Authors

  • Pantjadjatmika Rahadian
  • M Jhon STMT Malahayati Jakarta
  • Ishak Trianda STMT Malahayati Jakarta

Keywords:

Manajemen Transportasi Laut,, Pelaut,, Kapal Otonom (MASS), Reorientasi Peran, Manajemen Risiko cyeber.

Abstract

Memasuki tahun 2026, industri maritim global menghadapi disrupsi teknologi
melalui implementasi Maritime Autonomous Surface Ships (MASS) yang menjanjikan
efisiensi dan keamanan tinggi. Namun, transisi ini membawa tantangan fundamental pada
sistem manajemen tradisional dan eksistensi profesi pelaut. Penelitian ini bertujuan untuk
mengidentifikasi hambatan manajemen operasional dan menganalisis reorientasi peran pelaut
di era otomasi. Metodologi penelitian dilakukan melalui analisis literatur terhadap regulasi
IMO terbaru tahun 2026, tinjauan terhadap teknologi operasional maritim, serta studi kasus
strategi adaptasi SDM. Hasil penelitian pada Bab III menunjukkan bahwa tantangan
manajemen operasional utama meliputi integrasi infrastruktur pelabuhan pintar (smart ports),
pengelolaan risiko siber yang kompleks, serta penyesuaian biaya investasi (Capex) yang
signifikan di awal implementasi. Pada Bab IV, penelitian ini menyoroti terjadinya reorientasi
peran pelaut dari navigator fisik di atas kapal menjadi operator sistem di pusat kendali darat
(Shore Control Center). Hal ini memicu kebutuhan akan standar kompetensi baru yang
berfokus pada literasi data, kecerdasan buatan (AI), dan manajemen sistem digital sesuai
amandemen STCW 2025. Bab V menganalisis strategi adaptasi perusahaan pelayaran, yang
menekankan pada pentingnya model manajemen SDM berbasis upskilling dan sinergi
manusia-mesin. Penelitian ini menyimpulkan pada Bab VI bahwa keberhasilan transformasi
maritim 2026 tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi, tetapi pada kesiapan
organisasi dalam merombak tata kelola operasional dan memposisikan pelaut sebagai teknokrat
maritim yang adaptif. Teknologi otonom harus dipandang sebagai mitra kerja yang meningkatkan martabat dan keselamatan manusia di laut, bukan sebagai substitusi total elemen
insani.

References

Pemerintah Republik Indonesia. (2024). Peraturan Pemerintah (PP) No. 13 Tahun 2024 tentang

Perubahan atas PP No. 31 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Pelayaran

(Integrasi Regulasi MASS). Jakarta: Lembaran Negara RI.

Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. (2025). Peta Jalan Digitalisasi Maritim

Indonesia 2025-2029. Jakarta: Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Source.

Kementerian Perhubungan RI. (2025). Rencana Strategis Direktorat Jenderal Perhubungan Laut

2025-2029: Akselerasi Digitalisasi Pelayaran dan Kesiapan Kapal Otonom di

Perairan Indonesia. Jakarta: Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

Kementerian Perhubungan RI. (2025). Keputusan Menteri Perhubungan tentang Standar

Kompetensi Tambahan bagi Awak Kapal pada Kapal dengan Tingkat Otomasi

Tertentu. Jakarta: Dirjen Perhubungan Laut.

Biro Klasifikasi Indonesia (BKI). (2025). Rules for the Classification of Maritime Autonomous

Surface Ships (MASS). Jakarta: PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero).

International Maritime Organization (IMO). (2025). MASS Code: International Regulatory

Framework for Autonomous Ships (Provisional Edition). London: IMO Publishing.

International Maritime Organization (IMO). (2025). Amandemen Konvensi STCW: Standar

Kompetensi Baru bagi Operator Kapal Jarak Jauh. London: IMO Publishing.

International Maritime Organization (IMO). (2024). Maritime Safety Committee (MSC) -

108th Session: Guidelines for MASS Trials and Cyber Risk Management. London:

IMO News.

International Chamber of Shipping (ICS). (2025). Maritime Workforce Report 2025: Seafarer

Availability and Digital Skills Gap. London: ICS Publications.

International Transport Workers' Federation (ITF). (2025). A Just Transition for Seafarers:

Managing Automation and Job Security in 2025. London: ITF Global. Source.

Lind, M., Michaelides, M., Ward, R., & Watson, R. T. (2024). Maritime Informatics: Digital

Transformation for Safer and More Efficient Shipping. Cham: Springer.

Stopford, M. (2025). Maritime Economics (4th Edition): The Digital and Green Revolution.

London: Routledge.

Visvikis, I. D., & Panayides, P. M. (2024). The Ocean Economy: Management and Policy in

the Era of Autonomous Shipping. London: Palgrave Macmillan.

Ziarati, R. (2025). The Evolution of STCW: Training for Autonomous and Remote-Controlled

Ships. London: C4FF Publications.

Ahvenjärvi, S. (2025). "The Human Element in the Management of Autonomous Ships: New

Roles and Competencies." Journal of Maritime Affairs, 24(1), 12-28.

Bertram, V. (2025). "Status of Autonomous Shipping: From Trials to Commercial Operation."

Hansa International Maritime Journal, No. 2, 45-53.

Fan, C., et al. (2025). "Cybersecurity Risk Assessment for Maritime Autonomous Surface

Ships (MASS) under 2025 Regulations." Ocean Engineering Journal, Vol. 310.

Munim, Z. H. (2024). "Autonomous Ships: A Review of Innovative Technologies and

Management Strategies." Maritime Transport Research, Vol. 5.

Wrobel, K. (2025). "The Safety of Autonomous Shipping: Re-evaluating Human Error in the

Age of AI." Safety Science, Vol. 165.

Aditiya, R., & Supomo, H. (2025). "Analisis Kesiapan Infrastruktur Pelabuhan Utama di

Indonesia dalam Melayani Kapal Otonom: Studi Kasus Pelabuhan Patimban."

Jurnal Teknik ITS, Vol. 14, No. 1.

Bakri, S., et al. (2025). "Reorientasi Kurikulum Pendidikan Maritim Indonesia Menghadapi

Amandemen STCW 2025 dan Teknologi MASS." Jurnal Ilmiah Ketahanan

Nasional (Maritim), Vol. 31, No. 2.

Pranoto, H., & Santoso, A. (2025). "Tantangan Manajemen Risiko Siber pada Perusahaan

Pelayaran Nasional di Era Industri Maritim 4.0." Jurnal Manajemen Transportasi &

Logistik (JMTransLog), Vol. 12, No. 1.

Sitorus, T. B. (2024). "Aspek Hukum Tanggung Jawab Nakhoda dalam Pengoperasian Kapal

Tanpa Awak di Wilayah Perairan Indonesia Menurut UNCLOS 1982." Jurnal

Hukum Maritim Indonesia, Vol. 9, No. 3.

Zulkifli, M. (2025). "Manajemen SDM Pelaut: Strategi Up-skilling Awak Kapal Niaga

Indonesia Menuju Era Digitalisasi 2025." Majalah Ilmiah Gema Maritim, STIP

Jakarta.

DNV. (2025). Maritime Forecast to 2050: Digitalization and Decarbonization Pathways. Oslo:

DNV GL. Source.

BIMCO. (2025). Standard Contract for Autonomous Ship Operation (AUTOCON). Bagsvaerd:

BIMCO Publishing. Source.

Kongsberg Maritime. (2025). White Paper: Shore Control Centers and the Future of Remote

Navigation. Kongsberg: Kongsberg Press.

Lloyd’s Register. (2025). Cyber Maritime Intelligence Report: Threats to Autonomous

Navigation Systems. London: LR Technical Papers.

Wärtsilä. (2025). The Smart Marine Ecosystem: Integrating MASS into Global Logistics.

Helsinki: Wärtsilä Insights.

INSA (Indonesian National Shipowners' Association). (2025). Laporan Tahunan 2025:

Tantangan Investasi Teknologi Otonom bagi Pengusaha Pelayaran Nasional.

Jakarta: DPP INSA.

Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta. (2025). Prosiding Seminar Nasional Maritim:

Menyiapkan SDM Pelaut Indonesia yang Kompetitif di Era Autonomous Shipping.

Jakarta: STIP Press.

Pelindo (Persero). (2025). White Paper: Roadmap Implementasi Smart Port dan Automasi

Terminal Peti Kemas Indonesia 2025-2030. Jakarta: PT Pelabuhan Indonesia.

Downloads

Published

2026-01-30

How to Cite

Rahadian, P., Jhon, M., & Trianda, I. (2026). TANTANGAN MANAJEMEN OPERASIONAL DAN REORIENTASI PERAN PELAUT PADA ERA KAPAL OTONOM (MARITIME AUTONOMOUS SURFACE SHIPS 2026). Jurnal Pendidikan Manajemen Transportasi, 6(1), 12–22. Retrieved from https://ejurnal.stmtmalahayati.ac.id/index.php/JPMT/article/view/140